Biaya Mengurus Sertifikat Halal MUI Serta Persyaratannya

Biaya Mengurus Sertifikat Halal MUI Serta Persyaratannya

04 March 2022, Pukul 08:59
Admin
0 Komentar

Memiliki sertifikat halal MUI merupakan hal wajib bagi para pelaku bisnis yang mempunyai produk dan pemasarannya di negara Indonesia. Untuk pengajuannya tentu saja ada syarat serta perlu biaya mengurus sertifikat halal MUI. Kewajiban sertifikat halal telah diatur dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pada pasal 1 ayat (1) menjelaskan produk yang wajib memiliki sertifikat seperti makanan, minuman, obat, kosmetik. Selain itu, barang bersifat kimiawi, biologi, rekayasa genetik yang bermanfaat untuk masyarakat juga harus memperoleh akta resmi ini. Guna mendapatkannya, pelaku usaha perlu menyiapkan data serta sejumlah dana sebagai biaya mengurus sertifikat Halal MUI.

Biaya Mengurus Sertifikat Halal MUI Serta Persyaratan Pengajuannya

Kaidah mengenai biaya sertifikasi tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan. Yakni No. 57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal pada Kementerian Agama. Aturan ini mencakup biaya mengurus sertifikat halal MUI melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH yakni sekitar Rp 300.000 sampai Rp 5,000,000. Nominal tersebut dipakai untuk sertifikasi reguler, perpanjangan, penambahan varian, serta registrasi sertifikat halal luar negeri. Besaran biaya yang tertera belum termasuk bea pemeriksaan oleh LPH. Lembaga ini menarifkan anggaran untuk memeriksa yang jumlahnya mengacu pada ketetapan Kepala BPJPH sesuai pasal 7 ayat (3). Bagi pelaku usaha skala besar dan luar negeri, biaya mengurus sertifikat halal MUI lebih tinggi 150% dari tarif batas layanan. Sedangkan UMK, tidak ada bea atau gratis. Meringankan sekali, bukan skala kecil dan mikro?

Syarat Mendapatkan Serfikat Halal

Di Negara Indonesia, lembaga yang mengeluarkan sertikat ini adalah Majelis Ulama Indonesia sementara untuk prosesnya oleh LPPOM. Adapun syarat agar bisa mendapatkannya antara lain:

  1. a. Memiliki Tim Manajemen Halal
  2. Setiap industri penghasil produk harus memiliki tim manajemen dan ditunjuk oleh para petinggi dalam perusahaan.

  3. b. Melaksanakan Pelatihan Dan Edukasi Dalam Perusahaan
  4. Sebelum mengajukan sertifikasi dan mengetahui biaya mengurus sertifikat halal MUI, perusahaan atau industri harus membuat aturan tertulis tentang pelaksanaan pelatihan terkait produk halal. Training eksternal sebaiknya minimal dua tahun sekali dan untuk internal satu kali dalam setahun.

  5. c. Bahan Baku Wajib Memenuhi Syarat
  6. Pembuatan produk harus menggunakan bahan baku yang baik bukan barang najis atau haram. Untuk membuktikannya, industri harus menyertakan dokumen pendukung mengenai material utamanya.

  7. d. Produk Akhir Tidak Memiliki Karakteristik Yang Buruk
  8. Hasil produksi tidak boleh memiliki aroma atau rasa menyerupai produk haram dan penggunaan nama harus sesuai dengan fatwa MUI dan hukum Islam.

  9. e. Sarana Produksi
  10. Fasilitas produksi menjadi perhatian penting dalam prosedur pengajuan sertifikasi dan besaran biaya mengurus sertifikat halal MUI. Bagi industri pengolahan, wajib memastikan bahwa tidak ada kontaminasi najis atau bahan haram dalam olahan mereka. Menggunakan alat produksi juga tak boleh bersamaan dengan produk lain yang tidak baik. Sedangkan bagi pemilik restoran atau pelaku usaha makanan yang menggunakan dapur produksi, harus memastikan kehalalan fasilitas ini. Termasuk peralatan memasak serta perlengkapan untuk menyajikan makanan tidak boleh bercampur dengan produk haram.

  11. f. Melaksanakan Audit Internal
  12. Sebelum mendaftar guna mendapatkan sertifikat dan mengetahui biaya mengurus sertifikat halal MUI, perusahaan harus punya prosedur tertulis mengenai adanya SJH melalui penyelenggaraan audit internal. Pelaksanaan pemeriksaan minimal 6 bulan sekali oleh auditor internal yang independen serta memiliki kompetensi pada bidangnya. Hasil temuan saat proses audit harus dilaporkan kepada LPPOM MUI.

    Setelah mengetahui persyaratan serta biaya mengurus sertifikat halal MUI, selanjutnya adalah menyiapkan dokumen registrasi dan menyerahkannya kepada BPJH. Nantinya BPJH akan memberikan surat pengantar untuk diserahkan kepada LPPOM. Pengajuan registrasi kepada LPPOM dapat secara paralel dengan BPJH.

    Share Artikel Ini :

Tinggalkan Komentar