Ketahui Pengertian Sertifikat Halal Secara Lengkap di Sini!

Ketahui Pengertian Sertifikat Halal Secara Lengkap di Sini!

11 March 2022, Pukul 09:05
Admin
0 Komentar

Pengertian sertifikasi halal ini perlu diketahui, terutama bagi masyarakat Indonesia. Hal ini mengingat agama mayoritasnya adalah Islam yang konsumsi makanan bergantung pada kehalalannya.

Selain itu, seorang pengusaha yang memiliki sertifikat halal pada produknya juga akan lebih dikenal. Bisa juga produk tersebut penjualannya semakin meningkat, sebab saat ini semakin banyak orang yang peduli tentang kehalalan suatu produk sebelum mengonsumsinya.

Pengertian Sertifikasi Halal Secara Etimologi dan Terminologi

  1. a. Pengertian Sertifikasi Halal secara Etimologi
  2. Secara etimologi, Pengertian sertifikasi halal terdiri dari 2 kata, yaitu sertifikasi dan halal. Arti dari sertifikasi sendiri adalah sebuah ketetapan dari organisasi tertentu terhadap seseorang atau usaha. Tujuannya untuk menunjukkan kemampuan melakukan suatu pekerjaan secara spesifik.

    Sedangkan, arti dari kata halal adalah semua pekerjaan atau objek yang pelaksanaannya diperbolehkan. Bukan hanya itu, setiap orang juga boleh menggunakannya. Jika dalam kosakata sehari-hari, kata halal lebih identik kepada makanan atau minuman. Hal ini merujuk apakah sesuatu itu boleh dikonsumsi atau tidak menurut pandangan Islam.

  3. b. Pengertian Sertifikasi Halal secara Terminologi
  4. Pengertian sertifikasi halal secara terminologi adalah pemberian pengakuan kehalalan suatu produk. Hal ini dilakukan oleh suatu lembaga berwenang yang menetapkannya secara tertulis. Penetapan sertifikasi halal harus sesuai dengan undang-undang yang telah berlaku tentang jaminan produk halal.

    Sertifikasi halal ini sangat penting bagi seorang muslim. Hal ini merujuk pada aturan bahwa umat Islam tidak memperbolehkan umatnya mengkonsumsi beberapa bahan makanan, misalnya saja daging babi.

Contoh Sertifikat Halal Dari Lembaga MUI

Sesuai dengan pengertian sertifikasi halal, salah satu lembaga yang berperan penting adalah Majelis Ulama Indonesia. Seseorang perlu mengetahui contoh sertifikat halal MUI yang resmi itu seperti apa. Pasalnya, memang terdapat beberapa ketentuan khusus sebagaimana uraian berikut.

  1. 1. Pihak yang menandatangani sertifikat halal MUI adalah ketua umum, ketua komisi fatwa, dan direktur LPPOM
  2. 2. Nomor sertifikat yang lembaga keluarkan akan tertera di database produk halal MUI
  3. 3. Produsen usaha terdaftar sebagai pemegang sertifikat halal MUI
  4. Kesimpulan pengertian sertifikasi halal, apabila salah satu ketentuan di atas tidak terpenuhi, maka, kemungkinannya adalah sertifikat tersebut palsu. Jadi, jika ingin mengurus hal ini sebaiknya lakukan sendiri dan jangan mudah percaya dengan orang lain. Sebab, bisa saja orang lain tersebut tidak mengurusnya dengan benar dan resmi.

Pengertian Lembaga Sertifikasi Halal

Selain memahami tentang sertifikasi halal, seseorang juga perlu mengetahui definisi dari lembaganya. Badan penyelenggara jaminan produk halal ialah sebuah lembaga yang terbentuk di bawah Kementerian Agama. Hal ini sesuai harapan dari Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

;

Amanatnya adalah agar produk yang beredar di Indonesia, khususnya makanan dan minuman, terjamin kehalalannya. Maka dari itu, lembaga ini juga memiliki fungsi menjamin kehalalan produk, baik itu yang masuk dan beredar. Selain itu, juga melakukan pembinaan dan pengawasan terkait kehalalan produk.

Pengertian Label Halal Menurut Pendapat Ahli

Tentunya antara pengertian sertifikasi halal dan labelnya akan saling berkaitan. Jika sertifikasinya adalah dokumen resmi yang menunjukkan kehalalannya, maka label tersebut adalah tanda kehalalan dari produk itu. Jadi, keduanya sama-sama sebagai bukti yang jelas tentang pengakuan halal pada makanan atau minuman tersebut.

Hal tersebut di atas sesuai pengertian dalam Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Apabila setiap orang telah mengacu pada ketentuan tersebut. Maka tidak ada yang memberikan arti khusus atau berbeda terkait definisi dari label halal. Label ini biasanya selalu tercantum pada kemasan suatu produk yang sudah tersertifikasi.

Sertifikat Halal BPJPH

Setelah mengetahui pengertian sertifikasi halal dan hal-hal yang berkaitan dengannya, maka selanjutnya adalah sertifikat halal dari BPJPH. Lembaga ini juga memiliki peran penting bagi sebuah kehalalan produk.

Namun berbeda halnya dengan MUI, lembaga ini bersifat wajib bagi semua usaha yang beredar di Indonesia. Tujuannya untuk memenuhi isi Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal.

Pengetahuan mengenai pengertian sertifikasi halal wajib diketahui setiap orang, terlebih bagi para pelaku industri yang perlu memiliki sertifikat halal. Jangan sungkan untuk melakukan pengecekan status kehalalan produk apabila merasa belum yakin untuk mengonsumsinya.

    Share Artikel Ini :

Tinggalkan Komentar