Yuk Intip 3 Jenis-Jenis UMKM Yang Ada Di Indonesia

Yuk Intip 3 Jenis-Jenis UMKM Yang Ada Di Indonesia

25 March 2022, Pukul 09:16
Admin
0 Komentar

Di dunia bisnis setiap orang selalu menginginkan usahanya berjalan lancar tanpa kendala. UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian sehingga penting mengetahui jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia.

Jenis-Jenis UMKM Yang Ada Di Indonesia

Jenis UMKM yang ada di Indonesia berpengaruh besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. Kehadirannya mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mampu mengurangi angka pengangguran.

Usaha Mikro

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia pertama ada usaha mikro. Jenis usaha ini yang menjalankan adalah perorangan. Orang tersebut mempunyai aset sebesar 50 juta per bulannya. Aset belum termasuk tempat usaha dan bangunannya.

Adapun ciri-ciri usaha mikro adalah belum melakukan administrasi keuangan dengan sistematis. Pada umumnya pemilik kesulitan untuk memperoleh pinjaman dari pihak perbankan.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia barang yang diperjualbelikan sering berubah-ubah dan tidak tetap. Bentuk usahanya relatif kecil dan tidak memiliki tempat usaha yang tetap sehingga dapat berpindah-pindah.

Jumlah tenaga kerjanya sekitar 1 sampai 5 orang saja. Biasanya tidak melibatkan kegiatan ekspor maupun impor. Usaha tetap bisa berjalan meskipun sedang terjadi krisis ekonomi. Manajemen usahanya juga masih sederhana.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia untuk usaha mikro ini contohnya antara lain warung nasi dan toko kelontong. Selain itu, ada tukang cukur, peternak ayam, tambal ban dan lain sebagainya.

Jenis-jenis UMKM Yang Ada Di Indonesia Adalah Usaha Kecil

Usaha kecil merupakan salah satu jenis usaha dimana yang menjalankan adalah badan usaha atau perorangan. Kekayaan atau asetnya sebesar 3000 juta per tahun. Progres bisnis dari usaha kecil biasanya lebih tinggi daripada usaha mikro.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia untuk usaha kecil memiliki ciri-ciri tidak mempunyai sistem pembukuan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perbankan sulit memberikan kredit kepada pelaku usaha jenis ini.

Selain itu, pelaku juga kesulitan untuk memperbesar skala usahanya. Hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah modal usaha dan masih mengerjakannya secara konvensional. Di sisi lain, zaman semakin berkembang dan menggunakan teknologi modern.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia menjual produk yang tidak banyak. Dengan demikian, apabila tidak laku maka pemiliknya akan mengalami kebangkrutan. Biaya produksinya masih relatif tinggi.

Selain itu, kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Dengan demikian, saat menawarkan produk kepada konsumen harus menyertakan bukti kualitas produknya.

Usaha kecil juga belum bisa melakukan kegiatan impor dan ekspor. Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia pada usaha kecil antara lain koperasi, laundry, toko pakaian lokal, restoran lokal dan toserba.

Usaha Menengah

Syarat usaha menengah adalah memiliki aset kekayaan sebesar 500 juta per bulan. Jenis usaha ini pelakunya bisa perseorangan maupun badan usaha dan tidak merupakan cabang perusahaan.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia yang satu ini sudah memiliki manajemen usaha lebih modern. Pasalnya sudah ada pembagian tugas yang jelas antara keuangan, pemasaran dan produksinya.

Sistem administrasi keuangan juga telah sistematis dan teratur. Tenaga kerja mendapatkan jaminan kesehatan, jamsostek dan masih banyak lagi lainnya. Pelaku usaha juga telah memiliki legalitas dalam hal izin usaha, NPWP dan lain-lain.

Jenis-jenis UMKM yang ada di Indonesia tersebut masing-masing berbeda berdasarkan aset kekayaan dan laba bersih. Selain itu, dari segi manajemennya juga terdapat perbedaan. Begitu pula dengan modal untuk masing-masing jenis usaha.

    Share Artikel Ini :

Tinggalkan Komentar